Selasa, 26 November 2013

tips merawat batre laptop

Baterai dalam sebuah laptop adalah hal yang wajib dijaga dan harus mendapatkan perhatian khusus. Oleh karena itu, anda sebagai pemilik laptop harus tahu cara merawat Baterai Laptop dengan baik. Baterai laptop sendiri akan mudah rusak jika dibiarkan atau tidak mendapatkan perawatan khusus. Salah satu baterai yang sudah mulai rusak adalah baterai yang mudah panas dan mudah habis walaupun dipakai untuk hal-hal yang biasa-biasa saja.

Berikut ini kami berikan 10 cara merawat baterai laptop agar awet dan tidak cepat rusak.

1.    Selalu pasang baterai baik itu saat dalam keadaan off maupun dalam keadaan on dan pengisian sedang dilakukan.
2.    Isilah baterai hingga penuh saat melakukan pengisian ulang. Jangan lupa untuk menutup adaptor dan gunakan sampai level baterai seminimal mungkin lalu lakukan pengisian ulang lagi selama beberapa jam.
3.    Saat pemakaian, pastikan suhu ruangan berada dalam kondisi normal atau tidak terlalu panas. Gunakan kipas tambahan jika cuaca benar-benar panas.
4.    Hindari melakukan sistem charge yang kurang baik yaitu Charge Discharge (CdC). Apabila baterai sudah terisi penuh maka adaptor harus dilepas dan ketika baterai mulai habis baru anda pasang adaptor lagi.
5.    Hindari sebisa mungkin baterai kosong sampai 0%
6.    Jika sudah penuh, maka segeralah cabut kabel charger laptop Anda.
7.    Usahakan untuk tidak melakukan pengerjaan data yang berat saat melakukan isi ulang baterai.
8.    Jangan terlalu sering melakukan isi ulang, lebih baik isilah baterai sampai habis lalu lepaskan ketika sudah 100%
9.    Hindari baterai dari air dan panas matahari secara langsung. Hindari juga dari debu yang dapat merusak komponen.
10. Segera ganti baterai jika dirasa sudah tidak bisa bekerja secara maksimal.

Itulah beberapa tips dan trik merawat baterai laptop Anda agar lebih awet dan memiliki umur yang panjang. Ingatlah agar selalu menghemat daya listrik dan selalu usahakan agar baterai laptop Anda tidak habis hingga 0 %.

referensi from frackasyster.com

Religius Experience

Pengalaman Religius di Kawah Putih

Pengalaman religius ini terjadi sekitar 2 tahun yang lalu tepatnya pada saat saya berada pada masa SMA, tepanya pada kelas tiga. Rencana liburan keluar kota sudah lama kami bicarakan bahkan pada waktu kelas dua kami hampir melaksanakan liburan keluar namun belum terlaksana. Pada akhirnya keinginan kami semua tercapai, saya beserta teman saya dapat melaksanakan rencana kami yaitu pergi ke Bandung dengan mengendarai sepeda motor. Kegiatan tersebut bertepatan dengan hari libur setelah di laksanakanya UN di SMA kami. kami memilih hari rabu menjadi hari pemberangkatan karena di dalam benak kami hari kamis dan jumat merupakan hari yang sakral unutk berpergian makanya kami melilih hari rabu untuk berangkat menuju Bandung. Persiapan dan kesiapan kami siapakan untu memenuhi barang-barang yang perlu kami bawa karena rencana kami pada saat itu berada selama 3 hari, tentu saja memerlukan persiapan yang cukup, mulai dari pakaian, alat mandi, kondisi motor karena medan yang akan lewati cukup sulit, kami sangat memperhatikan kondisi motor, dan tentu saja bekal uang yang cukup selama perjalan kami sudah siapkan semua. Dan tak lupa fisik dan mental sudah kami sipakan jauh sebelum hari keberangkatan, keadaan fisik yang prima sangat dibutuhkan mengingat jarak Bandung-Jakarta yang jauh ditambah lagi kami menggunakan motor pasti akan menempuh waktu yang lama, kami memperkirakan 5-6 jam menuju Bandung, keadaan mental juga kami perhatikan karena disana kami akan banyak melewati tempat yang asing untu kami. walaupun diantara kami belum ada yang pernah ke Bandung,  kami sedikit bermodalkan nekat dengan pengetahuan tentang Bandung, terutama jalan-jalan di Bandung. Bandung memang menjadi tempat tujuan yang rumit bagi wisatawan dengan pengetahuan awam, karena hampir semua jalan-jalan di Bandung merupakan jalan searah dengan rambu-rambu minim. Itu semua akan kami jalani dengan perasaan suka  cita karena kemauan dan tekad yang sudah di siapkan dari jauh-jauh hari sebelum hari keberangkatan. Bandung menjadi tempat tujuan kami untuk berlibur sekaligus melepas rasa penat setelah 6 bulam kami di priotaskan untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional karena Bandung merupakan kota yang menarik dengan tempat wisata yang cukup banyak.
Setibanya hari H keberangkatan, kami berkumpul di rumah Hilman. Kami pergi dengan 7 orang, mereka adalah Zaydi, Bhery, Hilman, Yudha, Hendra, Fradit serta saya. Menggunakan 4 kendaraan motor. Kami brifing sebelum keberangakatan menyiapkan bekal info mengenai jalan menuju bandung. Hari pertama, pukul 10 pagi kami berangkat. Kami menuju bandung melalui jalan via puncak, kami memilih jalan tersebut karena pemandangan suasa puncak yang menjadi pemikat kami untuk memilih jalan via puncak. Adzan zuhur berkumandang mengiringi kedatangan kami di puncak, kami pun solat dan istirahat di masjid At-ta’aun. Setelah istirahat kami melanjutkan perjalanan. Selama perjalan kami sering unutk menepi di bahu jalan unutk beristirahat karena fisik kami yang tidak biasa untuk berpergian jauh sampe akhirnya pukul 3 sore kami tiba di kota bandung, tepatnya di Cimahi. Ashar kami solat di masjid di alun alun di daerah Cimahi semabari melepas kepenatan selama perjalanan yang cukup lama tadi. Kami melanjutkan perjalan menuju rumah salah satu Om nya Bheri yang berada di kawasan Cimahi. Malam hari pertama, kami habiskan di rumah saja karena rasa letih yang menyerang kami selama perjalan yang cukup melelahkan.
Keesokan harinya tepatnya hari kedua kami berada di Bandung, kami berencana untuk berwisata ke Kawah Putih yang berada di Ciwedey, Bandung. Mengingat tempat penginapan dan tempat wisata tersebut tidak terlalu jauh, cukup 1-1,5 jam kami bisa sampai kesana. Dalam perjalan menuju Kawah Putih. Pukul 11 pagi kami berangkat, di dalam perjalanan saya mendapati kejadian religius, pada saat perjalan pagi itu cuaca disekitaran Bandung sangat cerah dan terang benderang. Perjalanan yang hanya memakan waktu satu jam itulah yang membuat kami merasa santai pada waktu perjalan, namun sampai azhan zuhur, kami belum sampai di tempat tujuan. Setelah mendengar azhan tersirat dalam pikiran saya bahwa saya dan teman-teman akan solat setelah kami sampai disana, namun tidak sampai lima menit cuaca mulai mendung seketika dan benar cuaca mendung mengundang datangya hujan. Hujan yang sangat lebat seketika di iringi angin yang kencang, kami terkejut dan segera menepi mencari tempat untuk berteduh dengan keadaan yang sedikit basah, dengan perasaan kecewa kami menunggu hujan reda untuk kembali melanjutkan perjalan. Kebetulan tempat berteduh kami tidak jauh dari masjid, kamu segera menuju masjid untuk solat. Setelah solat hujan tak kunjung reda, bahkan hujan semakin lebat dan suara petir yang kencang. Pikir saya pada saat itu , kejadian tersebut sering terjadi ketika hujan lebat turun di Jakarta, namun dibalik itu saya berpikir ada apa dengan hujan yang datangnya secara tiba-tiba hujan yang lebat serta lama apakah ada peringatan atau pertanda untuk saya, namun saya berpikir positif  menanggapinya kejadia tersebut. Akhirnya hujan pun reda setelah 1 jam turun dengan lebatnya, dan kami melanjutkan perjalan. Dan betapa terkejutnya kami dengan apa yang terjadi di depan, ada sebuah mobil dan tiga motor dengan kondisi parah setelah terjadi kecelakaan. Kami segera menepi untuk sekadar melihat apa yang telah terjadi, ternyata peristiwa itu terjadi ketika hujan lebat tadi turun, mobil yang melaju kencang menabrak motor yang berada di depanya  karena pada saat itu keadaan jarak pandang sangat kurang karena hujan lebat. Akhirnya saya menyadari bahwa perasaan yang tersirat dalam pikiran saya ternyata mendapat jawaban setelah melihat apa yang telah terjadi dengan kecelakaan mobil. Allah mengingatkan saya dan teman-teman dengan menurunkan hujan yang tiba-tiba agar kami tidak melanjukan perjalanan, karena kami semua tidak membawa peralatan jas hujan dalam bagasi motor. Dalam benak saya mendengarkan kumandang adzan namun tetap melanjutkan perjalanan dan memilih untuk solat zuhur setelah sampainya di tempat kawah putih. Itu menjadi peringatan kepada kami, agar selalu mempriotaskan solat diawal waktu karena jika kami pada saat itu membawa  jas hujan dan tetap melanjutkan perjalan, kami tidak akan tahu dengan apa yang terjadi kepada saya dan teman-teman. Allah masih menyayangi saya dan teman-teman dengan untuk mendatangkan hujan agar kami tidak melanjutkan perjalan. Dan belajar dari pengalaman tersebut kami selalu mengingat Allah selama dalam perjalanan, dengan membaca istigfar dan segera solat diawal waktu.
Setelah melihat dan merenungi kejadian tersebut, kami tetap melanjutkan perjalanan ke Kawah Putih, sampai akhirnya pada sore hari kami pulang untuk kembali pulang ke tempat penginapan.
Keesokan harinya yaitu hari terakhir kami berada di bandung, kami menyiapakan kembali keperluan kami untuk pulang ke Jakarta. Kami berangkat pukul 8 pagi untuk menghindari macet di kawasan Bandung.  Kami sampai ke Jakarta pada pukul 4 sore. Saya sangat senang setelah belibur 3 hari di bandung dan mendapatkan pelajaran yang sangat berharga untuk tetap terus ingat kepada Allah


Angkot come back to needed the citizens

Community to hold ‘angkot’ day to promote public transport
The worsening public transportation situation in bandung , west java, has driven the riset indie creative community to initiate angkot day or public minivan day slated for september.20 in an effort to maximize the function of public minivans
According to riset indie coodianator Seterhant Akbar the use of public minivans should be optimized because they were the only mode of public transportation readily avalaible at the moment
“we still have to wait for the construction of the monorail or other mass transportation systems,” he said
Unfortunately, so far instead of smoothly serving the public, Seterhant said that roughly 5,000 public minivans serving 37 routes were letting passengers down in term of time and cost, as angkot drivers of ten stop for long periods of time to wait for passengers
On angkot day, seterhant said that the group would rent 200 angkots along the kebon kalapa-dago route to give free rides to passengers and attempt to present an alternative to current operating standarts
He hoped the plan wouldnt confuse the drivers. The goals to show that every angkot can be operated more quickly, orderly and confortably. “They don’t have to wait for passengers along the roadside,” said Seterhen
He expressed optimism that passengers would not have qualms about using the minivans if they were quick and comfortable
“we also wish  to encourage the community use the angkot to prevent congestion caused and privates cars,” said seterhant
Bandung is currently Inhabitated by some 2.7 million peopke. Population growth added around 200,00 cars and 500,00 motorcycles in 2012
However the number of the roads in bandung has not increasted accordingly, thus severe traffic congestion and extended travels time have resulted
Traffic congestion worsens on  weekend when arround 70,000 visitors, mostly from jakarta, come to bandung, a quarter of them in privates cars
Seterhant, who graduated from the bandung instute of technology’s (ITB) informatisc and electrical engginering school, said 200 volunteers would accompany the minivan drivers. They will be tasked to accord the member of  passsengers using the angkot, as well as the travel time and behavior of the drivers. The activity will take place from 5 a.m until 7 p.m
Before proposing the idea, riset indie had conducted an initial survey. According to seterhen, most drives struggles to pay the daily rental fee of between Rp 80,000 (US$7) and Rp 100,000 to angkot owners
Consequently, seterhen is still making efforts to collect funds to compensate the drivers who will be involved in the angkot day progam, such as crowd-funding throuh the social media website wujudkan.com of the targeted amount of Rp 100,2 million, however, only Rp4,3 million has been raised
Separately, the bandung chapter of the organization of land transportation owners (organda) secretary, jaja kusnaidi, said angkot drivers usually stopped to wait for pasengers o the roadside due to the small number of passengers at terminals
Accordings to jaja, his organization had other proposals to improve public transportation, such as suporting the goverment in issuing policies the would enable a cosortium to manage angkots

referensi from kompas.com

spectrum

kadang kita tidak di takdirkan bersama tapi tuhan selalu punya rencana, lewat kedua orang tua kita yang tidak sengaja saling menyapa lalu berteman lama.



 "Heh! Lo mau mati? Lo tau gak? Lo udah nyusain gue, udah bikin gue di hukum bokap, terus mau bikin gue di penjara karena gue nabrak lo ha? Minggir gak?"
"Sorry, lo ngomong apa tadi gue gak denger?"
"Lo bilang gak denger? Lo budek ha?"
"Suara lo kecil banget"
Sialan, nih cewek bikin gue naik darah umpat baim dalam hati "Lo ngapain sih disini"
"Anter gue pulang""Naik taksi sana"
"Lo mau diomelin bokap lo karena ngebiarin gue jalan sendirian"
"Bodo amat"
"Lo gak takut gue di culik terus lo yang jadi tersangka?"
"Siapa yang mau nyulik cewek manja, bawel, dan gak tau diri kayak lo"
"HEH" sambil memukul kasar kepala Baim
"Apaansih"
"Songgong, anter gue pulang sekarang!" farah berjalan menuju mobil Baim
"Lo tau sekarang kita dimana? Di tempat gue trek-trekan, dan hari ini gue ada pertandingan penting, jadi lo pulang sendiri aja"
"Gak mau, kalo gitu gue tunggu lo sampe selesai, kalo perlu gue ikut di mobil ini"
"Lo keras kepala banget ya?"
"Emang"
"Pake sabuk pengamanya, jangan keluar kalo gak gue suruh, bentar lagi gue tanding setelah menang kita pulang""Menang? Yakin banget""Lo gatau gue pangeran jalanan?"
"Pengamen maksud lo?"
"Njir, mulut lo ya"
"YA"
"Itu temen-temen lo?"
"Menurut lo? Gue turun, inget jangan keluar atau lo bakalan abis, gue janji kita menang, langsung pulang"
"Ok"
Setelah berbicara dengan teman-temanya dia langsung masuk mobil lagi
"Sudah siap bertanding tuan putri?"
"Siap pangeraran"
"Jangan takut ya?" Dia melirik sinis kearah Baim lalu mulai menarik seatbeltnya
"Pegangan gue aja kalo takut"
"Ngarep"
Suara menderu-deru dari mesin mobil mulai saling saut menyaut menandakan pertandingan akan segera di mulai
"Are you ready"
"Hmm"
"Lo kenapa?"
"Takut"
"Hahahaha manja sih, lagian udah di bilangin gausah ikutan nyolot sih"
"Ini aman kan?"
"Iya aman"
Ready?
Go!!
Manuver-manuver cepat dari mobil menikung tajam di belokan, membelah jalanan jakarta malam yang lenggang, ini arena balapan liar, walaupun dia terlahir di kalangan keluarga kaya yang bisa balapan di sirkuit sesuka hati dia, kapanpun jam berapapun tapi balapan liar memang selalu menyuguhkan sesuatu yang berbeda.
"Gue takut"
"Kan udah gue bilang jangan ikutan"
"Gue penasaran"
mobil Baim mulai menikung tajam dan tanpa sengaja dia menarik erat lengan kiri kaos Baim dengan kencang Baim hanya tersenyum simpul,
"Awaaaaaaas" menaruh tangan di leher Farah untuk membiarkanya tetap duduk di jok.
"Jantung gue utuh"
"Hahaha bodoh" sambil menjitak pelan kepalanya Farah
"lo kenapa suka trek-trekan sih gak takut mati?"
"Mati? Semua orang juga pasti mati kali"
"Lo gak takut?"
"Biasa aja"
"Lo belum pernah koma berhari-hari ya?"
"Belum, gamau ngerasain juga"
"terus kenapa lo balapan, bego ya"
"Haha udah jangan di lanjutin gue mau konsen nyetir"
Akhirnya balapan hampir selesai, tapi Baim tidak berhenti di garis finish dia tetap melaju menembus kerumunan teman-teman yang siap menyambut kemananganya
. "kita langsung pulang"
"lo gamau nemuin temen-temen lo dulu"
"gampang itu urusan besok"
"lo bisa gak nyetirnya selow, inikan bukan tempat balapan lagi, lagian nanti di tilang polisi tau rasa"
"iya iya" Baim memelankan laju mobilnya
mereka mulai menelusuri daerah tempat tinggal mereka, Baim menengok ke kursi sebelah, lalu mendapati Farah sudah tertidur
"lo kalo lagi gak cerewet tuh cantik bego, sayang sih lu manja, cerewet, gue jadi males deket-deket, coba lo lebih kalem dan gak kayak anak kecil"
baim geleng-geleng kepala mendengar ucapanaya sendiri, terus Naina pacarnya dia mau dia kemanain kalau sampai dia jatuh cinta pada teman kecilnya yang sekaligus anak sahabat baik Papanya, mereka memang tidak pernah di jodohkan, Papa juga hanya berpesan untuk menjaga Farah selama mereka sekolah bersama, karna pekerjaan Papa Farah yang selalu berpindah-pindah akhirnya orang tua Farah menitipkan Farah ke keluarga Baim.
"far, far bangun udah sampe rumah lo nih"
"hmm"
"Faraaaaaah"
"astaga suara lo cempreng banget sih im"
"yang penting lo banggun"
posisi baim yang sedang menatapnya dengan badan di condongkan malah membuat Farah terpaku, mungkinkah?
"woy, turun sana!"
"gak mampir"
"udah malem"
"yaudah makasih ya, hati-hati"
"ya"
setalah keluar blok C Baim mulai menelusiri jalanan rumahnya sendiri,
"ko gue bisa sampe lupa nanya gimana dia bisa ada di tempat trek-trekan gue sih, bego amat, yaudahlah peduli amat sama dia"

dendy cerpen 

Tentang "Melepaskan Mimpi"

tentang "Melepaskan Mimpi" 

kadang banyak hal di dunia ini yang kita impikan, yang kita harapkan yang kita cita-citakan agar dapat terwujud, ada juga keingginan dan keyakinan serta kerja keras untuk mewujudkanya, "bermimpilah karna mimpi sebuah awal dari kenyataan" begitu katanya, seiring berjalanya waktu, mimpi-mimpi kita semakin kompleks, terseleksi satu persatu, bisa terwujud atau tidak, dapat kita capai atau tidak, dan kali ini bagaimana kita harus mulai merelakan mimpi-mimpi kita karena kemungkinan untuk mewujudkanya semakin tidak mungkin, atau tidak perlu di wujudkan sama sekali. termasuk mimpi saya yang satu ini, mimpi bertemu kamu, mimpi dapat berjumpa, bersenda gurau, berbiara sambil meminum kopi, atau jalan-jalan dengan kaki tanpa alas di pantai, mimpi yang mungkin sangat manis, tapi terlalu sulit untuk terwujud, mungkin sudah saatnya aku harus melepas mimpi ini, merelakan mimpi ini tersimpan rapat-rapat. mungkin nanti dengan orang lain atau mungki tidak ada lagi yang lain.